Daun Sirsak Terapi Kanker (Kapsul, Instan dan Teh Seduh)

Kapsul  Daun  Sirsak  Terapi  Kanker (Plus Propolis)

Kapsul daun Sirsak, isi 50, 110 dan 210

Produksi : Sumber Mulia “Pesantren Qolbun Salim” Gresik

Depkes RI No. 609/13.09/09

Isi : + 50, 80, 110 dan 210 kapsul

Aturan minum :

Pencegahan kanker :  3 x 1 kapsul sehari

Pengobatan  kanker : 3 x 2 kapul sehari

Kanker kronis : 3 x 3-4 kapsul sehari

Komposisi : Daun Sirsak, Nigella Sativa dan Propolis

Resep ketabiban.

Simpan ditempat sejuk dan kering, jauhkan dari udara lembab dan sinar matahari langsung

Teh Seduh Daun Sirsak Terapi Kanker (Plus Rosella), 1 box isi 10 kantong plastik @ 30 gram, Harga perbox Rp. 100.000

Instan Daun Sirsak Terapi Kanker (plus Kunir putih, Habbatussauda dan Propolis) Harga 1 Paket isi 6 Botol Rp 150.000, perbotol isi +200 gram

Perhatian : Terkadang mulai hari ke 2 – 7  timbul panas dibadan, itu adalah reaksi pengobatan, lanjutkan minumnya, makanlah agar-agar sebagai peredamnya.

Keterangan dan Khasiat :

Riset The National Cancer Institute dan lembaga lain sejak 1976, membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola (sirsak) mampu menyerang dan jadi pembunuh sel jahat kanker yang luar biasa. Demikian juga uji coba yang di lakukan 20 Laboratorium Independent lainnya. Salah satu unsur kimia Graviola mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker jahat pada Usus Besar 10.000 kali lebih kuat dibanding  Adriamicin dan Kemoterapi, sedang sel tubuh yg sehat tidak  terganggu. Beda dg kemoterapi yg membunuh sel reproduksi yg baik hingga timbul efek rasa mual dan rambut rontok. Studi lain di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker Prostat, Pankreas, Paru-Paru, Usus Besar, Payudara, dan berbagai kanker lainnya secara efektif. 

pohon sirsak

Selain itu, buah sirsak juga berfungsi anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai parasit / cacing, menurunkan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan system syaraf. Apalagi bila  daun sirsak ini dipadukan dg Nigella Sativa dan propolis yg merupakan raja obat herbal, dg komposisi pas, khasiatnya lebih mujarab, biidznillah, amin.

KEISTIMEWAAN POHON,  DAUN  DAN  BUAH SIRSAK

Daun Sirsak vs Kemoterapi (Ribuan Kali Lebih Kuat)

Mengobati Kanker Serviks

‘Selamat ya, sudah hamil.’ Yanti Sumiati bertubi-tubi menerima ucapan itu dari rekan kerja, tetangga, dan saudara pada Mei 2010. Perutnya membesar. Banyak orang menerka ia hamil 5 bulan. Hati Yanti justru remuk‑redam. Sebab, bukan janin dalam kandungan, tetapi kanker serviks yang merenggut nyawa seorang perempuan setiap 4 menit.

Yanti Sumiati mengetahui kanker serviks itu ketika ia memeriksakan diri di sebuah klinik di Warungbuncit, Kotamadya Jakarta Selatan. Bagian bawah perut sakit, ‘Seperti ditusuk-tusuk, nyeri sekali,’ kata perempuan kelahiran Bogor, Jawa Barat, 20 Agustus 1978 itu. Rasa sakit menjalar ke kaki kiri. Kondisi itulah yang mendorong Yanti bergegas ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr Slamet Zaeny SpOG, pada 6 Mei 2010.

Dokter yang memindai Yanti menggeleng-gelengkan kepala. ‘Lihat di monitor, kankernya sebesar kepala bayi,’ kata dr Slamet Zaeny SpOG seperti diulangi oleh Yanti. Kadar CA – indikator adanya sel kanker – 113,39 U/ml; normal, kurang dari 35 U/ml. Sambil berbaring, ia memandangi layar pemindai. Dokter menyarankan Yanti menjalani operasi. Namun, anak ke-3 dari 6 bersaudara itu memilih jalan lain. Sebab, sebelum pemeriksaan itu pada April 2008 ia menjalani operasi untuk mengatasi kista.

Namun, 2 tahun berselang ia terserang kanker serviks. Gejala munculnya kista sama persis dengan kanker serviks itu. Perempuan 32 tahun itu memilih pengobatan herbal. Ia mendatangi herbalis dan diberi 3 jenis herba dalam kapsul untuk sebulan. Sayang, Yanti yang membayar Rp9-juta tak mengetahui jenis tanaman obat yang ia konsumsi.

Batal operasi

Yanti disiplin mengonsumsi 3 kapsul herba itu 3 kali sehari. Namun, tanda-tanda kesembuhan tak kunjung muncul. Malahan perut kian membesar dan nafsu makan hilang. Warga Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasarminggu, Jakarta Selatan, itu juga mengalami insomnia dan merasa serbasalah: miring ke kiri sel kanker yang membesar ikut ke kiri, ke kanan, turut ke kanan. Keadaan itu menyebabkan Yanti memutuskan untuk menjalani operasi pada 10 Agustus 2010.

Sehari sebelumnya, ia menemui kedua orangtuanya di Ciampea, Kabupaten Bogor. Ketika itulah Yanti berjumpa dengan tetangganya, pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS. Zuhud mempunyai informasi tentang khasiat daun sirsak dari beberapa hasil penelitian di mancanegara. Guru besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor itu menyarankan agar Yanti mengonsumsi daun sirsak. Keesokan harinya, Yanti membatalkan operasi dan merebus 10 lembar daun sirsak segar dalam 3 gelas air hingga mendidih.

Setelah rebusan dingin, ia meminumnya. Frekuensi 3 kali sehari masing-masing segelas. Istri Fery Firmansyah itu juga menyantap daging buah sirsak sekali sehari. Ia memotong 4 bagian buah berukuran sedang, bobot 6 – 7 ons. Sepotong buahAnnona muricata cukup untuk sehari. Pada 24 Agustus 2010, ia kaget bukan kepalang ketika mudah menarik risleting dan mengancingkan celana. Semula bukan hal gampang untuk mengenakan celana akibat perut yang kian membesar. Ia benar-benar baru sadar bahwa perut mengempis.

Pagi itu ia mencoba tidur, tetapi perutnya tanpa gelambir seperti sebelumnya. Ia miring ke kiri dan ke kanan beberapa kali, tetapi tak ada gumpalan dalam perut yang mengikuti gerakan seperti sebelumnya. ‘Saya menangis karena saking senangnya,’ kata perempuan yang menikah pada 2007 itu. Sembuh? Begitulah dugaan Yanti. Sebulan berselang ia menemui dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Hasil pemindaian menunjukkan tak ada lagi berjalan di serviks.

Menurut dokter sekaligus herbalis di Jakarta Timur, dr Willie Japaries MARS, hilangnya sel kanker dari serviks Yanti dapat melalui berbagai jalan seperti luruh bersama urine atau feses. Namun, menurut Yanti selama 14 hari konsumsi daun dan buah sirsak hingga perut mengempis, tak ada perubahan warna atau bentuk feses dan urine. Japaries mengatakan cara lain detoksifikasi adalah melalui keringat.

‘Pikiran saya lepas. Saya senang banget,’ katanya dengan wajah berbinar. Setelah perutnya mengempis, Yanti lahap setiap kali makan sehingga tubuh kian segar. Insomnia juga sirna sehingga kini ia bisa tidur nyenyak. Meski begitu hingga kini ia tetap mengonsumsi segelas rebusan daun sirsak sekali sehari.

10.000 kali

Perubahan kondisi perut yang semula seperti perempuan hamil lalu mengempis hanya dalam 2 pekan itu sangat cepat. Semula Zuhud memprediksi, perubahan itu baru tercapai setelah 3 bulan Yanti rutin mengonsumsi daun kerabat srikaya itu. Prediksi 90 hari itu berdasarkan informasi yang ia peroleh di internet.

Yanti Sumiati bukan satu-satunya yang merasakan khasiat daun anggota famili Annonaceae. Contoh lain, Sri Haryanto di Yogyakarta yang mengidap kanker prostat dan Yulisnawati (kanker payudara di Palembang, Sumatera Selatan).

Dokter juga menyarankan operasi pada Yulisnawati. Namun, ia lebih memilih mengonsumsi rebusan segelas daun sirsak 3 kali sehari. Dua bulan berselang, kondisi kesehatannya kian membaik. Yulisnawati belum mengecek ulang kondisi kanker. Pada kasus Haryanto, dokter tak menyarankan operasi karena usia pasien lanjut, 70 tahun. Haryanto yang juga herbalis itu mengonsumsi jus buah sirsak (baca:Sirsak Stop Kanker Prostat, halaman 18)

Selain ke-3 jenis kanker – serviks, payudara, dan prostat, daun sirsak juga terbukti secara ilmiah mengatasi antara lain kanker paru-paru, ginjal, pankreas, dan usus besar. Begitulah hasil riset peneliti di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin. Peneliti yang memperoleh daun sirsak dari Garut, Jawa Barat, itu membuktikan bahwa daun Annona muricata manjur mengatasi 7 sel kanker. Daun sirsak yang selama ini terabaikan itu ternyata mujarab mengganyang sel kanker.

Ada apa di balik itu? Peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD yang meriset daun sirsak bersama Jerry L McLaughlin menemukan senyawa aktif acetogenins. Mereka melakukan uji praklinis dengan memanfaatkan beragam sel kanker seperti sel kanker paru-paru dan pankreas. ‘Tujuan penelitian, mengembangkan ilmu pengobatan untuk mengatasi kanker,’ kata doktor Biologi alumnus Champaign Urbane University, Amerika Serikat, itu.

‘Acetogenins menghambat ATP (adenosina trifosfat, red). ATP sumber energi di dalam tubuh. Sel kanker membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP,’ kata Sastrodihardjo. Acetogenins masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Dampaknya produksi energi di dalam sel kanker pun berhenti dan akhirnya sel kanker mati. Hebatnya acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP. Senyawa itu tak menyerang sel-sel lain yang normal di dalam tubuh. ‘Acetogenins mengganggu peredaran sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP. Hal ini yang membuat senyawa dalam daun sirsak dianggap selektif dan hanya memilih sel kanker untuk diserang,’ kata Sastrodihardjo.

Bukan hanya selektif, acetogenins juga dahsyat! The Journal of Natural Productmembeberkan riset Rieser MJ, Fang XP, dan McLaughlin, peneliti di AgrEvo Research Center, Carolina Utara, Amerika Serikat, bahwa daun sirsak membunuh sel-sel kanker usus besar hingga 10.000 kali lebih kuat dibanding adriamycin dan kemoterapi.

Adriamycin yang mempunyai nama generik doxorubicin merupakan obat untuk mengatasi berbagai jenis kanker seperti leukemia, kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker pankreas. Sedangkan kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memasukkan zat atau obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker.

Menurut peneliti di Cancer Chemoprevention Research Center Universitas Gadjah Mada (CCRC–UGM), Nur Qumara Fitriyah, riset McLaughlin menunjukkan dengan dosis kecil saja, daun sirsak efektif memberangus sel kanker. Berdasarkan riset McLaughlin ED50 ekstrak kasar daun sirsak < 20 µg/ml, sedangkan ED50 senyawa murni cuma < 4 µg/ml. Artinya dengan dosis rebusan 10 – 15 daun sirsak masih aman dikonsumsi.

Tren sirsak

Menurut Ervizal AM Zuhud penelitian sirsak sempat ditutupi-tutupi selama 10 tahun karena ‘mengancam’ kelangsungan hidup kemoterapi dan industri kimia. Apalagi harga sirsak murah. Hasil penelitian itu, ‘Baru tersebar setelah keluarga dari seorang peneliti mengidap kanker dan mempublikasikan di dunia maya,’ kata kepala Bagian Konservasi dan Keanekaragaman Tanaman, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, itu.

Berbagai lembaga riset di tanahair juga mulai menguak rahasia daun sirsak dan kerabatnya. Sekadar menyebut contoh, periset di Pusat Studi Biofarmaka IPB, Prof Dr Latifah K Darusman, hingga kini meriset komponen kimia yang dominan di daun sirsak. Sedangkan peneliti di Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Sismindari, meriset khasiat biji dan daun srikaya yang kaya ribosome inactivating protein (RIP). ‘RIP mampu merusak sintesis protein pada sel yang sedang tumbuh sehingga mati,’ kata Sismindari.

Konsumsi daun sirsak bukan hanya untuk para pasien, tetapi juga baik bagi orang sehat. Menurut Ervizal AM Zuhud, kasiat daun sirsak bagi orang sehat, ‘Menambah kekebalan tubuh dan mencegah asam urat. Bagi pria, daun sirsak menambah jumlah dan memperkuat sperma.’ Di Indonesia kini para dokter dan herbalis meresepkan daun sirsak kepada para pasien. Ada yang meresepkan secara tunggal – hanya daun sirsak, tetapi ada pula yang meracik kombinasi daun sirsak dengan herbal lain seperti rimpang temuputih dan sambiloto. Mereka meresepkan daun sirsak antara lain untuk mengatasi beragam kanker.

Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana meresepkan daun atau buah sirsak terutama sebagai pengganti kemoterapi pada pasien kanker. ‘Khasiat daun atau buah sirsak itu untuk mengeliminasi radikal bebas, mengeringkan sel kanker, menyembuhkan peradangan di dalam tubuh, dan terutama meningkatkan stamina pasien agar tubuh tidak lemah,’ kata Lina Mardiana. Para dokter dan herbalis seperti Valentina Indrajati di Bogor, Jawa Barat, memilih daun yang sedang – tak terlalu tua dan tak terlampau muda. Dari pucuk, kira-kira daun di baris ke-4 hingga ke-6.

Dari pucuk, kira-kira daun di baris ke-4 hingga ke-6.

Para herbalis meresepkan daun sirsak bukan melulu untuk mengatasi sel kanker. Herbalis di Gegerkalong, Kotamadya Bandung, Jawa Barat, H Sarah Kriswanty, misalnya, meresepkan daun sirsak untuk mengatasi bronkhitis dan kejang. Sedangkan Lina Mardiana meresepkan daun sirsak untuk pasien yang menderita peradangan, misalnya radang tenggorokan, usus, pencernaan, ambeien (baca:Sentosa Karena Graviola halaman 24).

Menurut dr Willie Japaries MARS yang juga meresepkan daun sirsak, daun Annona muricata bersifat netral sehingga sesuai untuk mengatasi beragam jenis kanker. Herbalis lain yang juga meresepkan daun sirsak antara lain dr Prapti Utami di Jakarta Selatan dan Maria Andjarwati (Kelapagading, Jakarta Utara. Para herbalis dan dokter itu sebagian besar meresepkan daun sirsak baru pada 2 – 4 tahun silam. Pada umumnya mereka tak meracik, tetapi pasien yang menyiapkan sendiri sejak pencarian daun hingga merebus.

Harap mafhum hingga saat ini di pasaran belum tersedia ekstraksi daun sirsak dalam kapsul seperti kapsul bermerek Graviola yang beredar di mancanegara. Oleh karena itu, mereka mempersiapkan sendiri. Pasien yang belum memiliki pohon biasanya membeli bibit sirsak. Dampaknya permintaan bibit juga meningkat. Produsen bibit buah-buahan di Pontianak, Kalimantan Barat, Simbul Haryadi mengatakan permintaan bibit sirsak pada September 2010 mencapai 400 bibit. Padahal, biasanya hanya 10 bibit per bulan. ‘Stok bibit di kebun sampai habis, sekarang saya sedang memperbanyak lagi,’ kata Haryadi. (Sardi Duryatmo/Peliput: Endah Kurnia Wirawati, Lastioro Anmi Tambunan, & Tri Susanti)

Penawar Agar-agar

Agar-agar sebagai penawar panas tubuh

Pada hari pertama konsumsi rebusan daun sirsak, Yanti Sumiati tak merasakan perubahan berarti. Baru pada hari ke-2, ia berkeringat dingin. Bagian punggung panas sekali. Ia menggigil. Selain itu perut juga perih. ‘Rasanya saya ingin menyilet perut sendiri dan melihat bagian dalam ada apa sih?’ kata perempuan 32 tahun itu mengenang. Pada hari ke-3 konsumsi, kejadian itu terulang lagi. Punggungnya malah kian panas sehingga Yanti berendam diri di bak mandi untuk meredakannya.

Yulisnawati di Palembang, Sumatera Selatan, yang mengidap kanker payudara dan mengonsumsi daun sirsak mengalami hal sama. Ia merasakan panas dan nyeri di bagian payudara. Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati (46 tahun), menemukan fakta serupa. Banyak pasiennya yang menghubungi Valentina pada hari ke-2 atau ke-3 pascakonsumsi daun sirsak. Mereka mengeluhkan panas dingin seperti keluhan Yanti. ‘Tapi tak semua pasien begitu, pada umumnya pasien-pasien kanker,’ kata herbalis yang meresepkan daun sirsak sejak 2006 itu. Pasien nonkanker tak menghadapi keluhan seperti itu.

Menurut pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS, tubuh panas dingin merupakan indikasi obat sedang bereaksi. Oleh karena itu ia menyarankan agar pasien meneruskan konsumsi daun sirsak. Pada hari ke-3 hingga kini, gejala seperti itu tak pernah muncul. Herbalis lain, Lina Mardiana juga mendapat laporan serupa dari para pasien. Untuk mengatasi hal itu, Mardiana menyarankan agar mereka merebus agar-agar hingga mendidih dan meminumnya ketika dingin. Panas dingin itu hanya berlangsung 2 hari. Pada hari-hari berikutnya pasien akan merasa nyaman. (Sardi Duryatmo)

sumber: Majalah Trubus Online

Subhanallah…Maka benarlah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, beliau memerintahkan untuk berobat dan berupaya mencari kesembuhan serta tidak berputus asa dari kesembuhan atas suatu penyakit. Perhatikan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam berikut:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ, فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ

“Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit, maka dengan izin Allahazza wa jalla dia akan sembuh” (HR. Muslim no.2204 dalam kitab as-Salaam)

Nabi juga pernah bersabda:

ماَ أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuh untuknya” (HR. Bukhori)

Imam Ibnul Qayyim mengatakan: “Mengenai sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam ‘setiap penyakit itu pasti ada obatnya’, sebagai upaya untuk memperkuat jiwa orang yang sakit sekaligus dokter yang menanganinya. Beliau memerintahkan untuk menyelidiki serta mencari obat tersebut. Sebab, orang yang sakit jika menyadari ada obat yang dapat menghilangkan penyakit yang dideritanya itu, maka hatinya akan menggantungkan harapan pada kesembuhan dan sirnalah keputusasaan. Hingga akhirnya terbuka baginya pintu harapan. Jika jiwanya kuat, maka akan bangkitlah pula semangat instingnya, dan itulah yang menjadi sebab bagi munculnya kekuatan jiwa hewani, nabati, dan alami. Jika jiwa telah menguat, maka menguat pula keseluruhan pula seluruh kekuatan yang menyangganya sehingga berhasil menundukkan dan mengusir penyakit. (Zaadul Ma’aad)

Dan yakinilah bahwa Allah-lah yang menjadi penyembuh, karena Allah azza wa jalla yang menetapkan obat tersebut, sebagaimana hadits di atas, Allah yang menurunkan sebuah penyakit sebagai ujian bagi manusia dan sekaligus menurunkan obatnya sebagai kasih sayang terhadap hamba-hambanya yang beriman. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ

“Dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkanku” (QS. Asy-Syu’araa’: 80)
Semoga info ini bermanfaat bagi kaum muslimin

Sirsak Stop Kanker Prostat

Setiap kali berkemih, Sri Haryanto menahan nyeri yang luar biasa. Urine menetes perlahan seperti air keluar dari kran yang tersumbat.

Kejadian itu menimpa Sri Haryanto pada malam hari. ‘Biasanya jam 9 malam saya mulai bolak-balik ke kamar mandi,’ kata Sri. Dalam semalam ia bisa 5 kali lebih ke kamar mandi. Ia tak tahan lagi menahan sakit, sehingga herbalis di Yogyakarta itu mendatangi rumahsakit terdekat untuk dikateter. Padahal, waktu sudah pukul 02.00 dinihari. Setelah dikateter, ia merasa lebih lega. Namun, keesokan malamnya urine masih tetap mampat.

Setelah 4 hari tak kunjung membaik, Sri memeriksakan diri ke dokter. Kelenjar prostatnya membengkak hingga 2,5 kali lipat ukurannya. Pembengkakan itu menutup saluran kemih. Sri menderita kanker prostat. Namun, karena usianya 70 tahun, dokter tidak memberikan pilihan lain selain terapi dengan sinar laser. Pemilik klinik Anugrah Agung itu agak ketar-ketir. ‘Dari buku yang saya baca, hanya 2 dari 10 orang yang berpeluang sukses menjalani terapi itu,’ kata Haryanto.

Setengah abad

Menurut Haryanto, kanker prostat itu buah dari kebiasaan menahan buang air kecil saat seminar dan acara lain. Kanker prostat cenderung menyerang pria di atas usia 50 tahun. Menurut data National Cancer Institute (NCI), Amerika Serikat, 70% pengidap kanker prostat berusia di atas 65 tahun.

Sebagian penderita tidak merasakan gejala serangan dan meninggal tanpa terapi. Sebagian lagi merasakan gejala antara lain susah berkemih, sering ingin berkemih pada malam hari, rasa sakit saat berkemih, serta rasa sakit di punggung bagian bawah, pinggang, dan paha atas. Data NCI terbaru menyebutkan pada 2010 ditemukan 217.730 penderita kanker prostat baru di Amerika Serikat, dan 32.050 di antaranya meninggal.

Selain menganjurkan terapi, dokter juga memberikan obat kepada Haryanto untuk konsumsi 3 kali sehari. Namun, Haryanto hanya menjalani terapi laser 2 kali dengan interval 3 bulan, masing-masing selama 1 jam. Bersamaan dengan itu, ia memilih mengonsumsi tanaman obat tradisional lantaran sudah terbiasa. Racikan jamu kunyit putih yang biasa ia berikan kepada pasien pun ia minum. Untuk diuretik alias melancarkan kemih, Sri mengonsumsi seduhan klembak berdosis 3 gram dengan air panas 3/4 gelas.

Yang istimewa, Sri menjadi rutin mengonsumsi jus buah sirsak. Sudah 10 tahun terakhir ia juga meresepkan sirsak – baik daun atau buah – kepada pasien kanker. Namun, perkenalannya pada sirsak untuk terapi pasien kanker terjadi jauh sebelum itu, tepatnya pada 1958. Ketika itu Haryanto masih bekerja sebagai perawat di sebuah rumahsakit swasta milik salah satu perusahaan ban. Salah seorang dokter yang bertugas di rumahsakit ketika itu berasal dari Jerman.

Dokter itu selalu menyarankan untuk memberikan jus buah-buahan tertentu pada pasien tergantung penyakit. Jus itu memang tidak serta-merta sebagai obat, tetapi sebagai makanan tambahan. Sebab, dokter tetap memberikan obat kimia. Itu mirip pasien demam berdarah yang mengonsumsi jus jambu biji Psidium guajava. Sementara para pasien bisul, infeksi, dan budukan menikmati jus sirsak.

Budukan yang dimaksud adalah semacam benjolan pada daging yang tak lain berupa tumor. Ketika itu istilah tumor atau kanker belum lazim. Dari pengalaman menjadi perawat dan beragam informasi terbaru tentang sirsak itulah Haryanto mulai meresepkan Annona muricata kepada pasiennya dan dirinya. Untuk pasien yang juga menderita diabetes, ia menganjurkan untuk mengonsumsi daun. Sedangkan untuk pasien lain, bisa memilih buah. Sebab, buah relatif manis dan kurang baik untuk penderita kencing manis.

Bersamaan dengan menjalani terapi laser, Haryanto rutin mengonsumsi jus sirsak sebanyak 300 cc antara pukul 18.00 – 19.00 selama 3 bulan. ‘Harapannya, kandungan sirsak akan bereaksi saat malam hari,’ kata Haryanto. Menurut Sri, sirsak berkhasiat menguatkan stamina dan membuang racun dari dalam tubuh. Hasilnya, kanker di prostatnya mengempis dan ia sudah bisa berkemih dengan normal.

Herbalis lain di Yogyakarta, Lina Mardiana juga meresepkan daun dan buah sirsak untuk pasien kanker. Lina meresepkan daun dan buah sirsak secara turun-temurun dari ibunya sejak 1970-an.

Daun maupun buah sirsak terutama sebagai pengganti kemoterapi (maksimal kanker stadium3). Biasanya diberikan jika pasien tidak tahan kemoterapi, cirinya sudah 1 – 2 kali kemo tetapi badan lemah atau mual-mual.

Namun, tak jarang ada juga pasien yang tahan kemo dan daun sirsak diberikan bersama dengan terapi kemo. ‘Khasiat daun/buah sirsak itu untuk mengeliminasi radikal bebas, mengeringkan sel kanker dan terutama meningkatkan stamina pasien agar tubuh tidak lemah,’ ujar Lina.

Pemanfaatan daun dan buah sirsak untuk membantu kesembuhan pasien kanker itu sejalan dengan beberapa penelitian. Salah satunya penelitian Prof Soelaksono Sastrodihardjo dari Institut Teknologi Bandung dan tim dari Purdue University, Amerika Serikat, yang membuktikan sirsak berkhasiat antikanker. Senyawa annomuricin E yang diisolasi dari daun sirsak itu memiliki efek sitotoksik pada beberapa sel kanker yang diuji termasuk sel PC-3 (karsinoma prostat). Area penghambatan senyawa kelompok acetogenin itu terhadap sel kanker prostat mencapai 2,28 x 10-1. (Tri Susanti)

Jus buah sirsak berkhasiat menguatkan stamina dan membuang racun dari dalam tubuh

Kanker menyebabkan pembengkakan kelenjar prostat yang dapat menutup/menghambat saluran kemih. Akibatnya sebagian penderita merasakan gejala susah berkemih

Sri Haryanto, kanker di prostat mengempis setelah menjalani terapi laser, meminum ramuan kunyit putih, dan rutin mengonsumsi jus buah sirsak

sumber:Majalah Trubus Online

Sentosa Karena Graviola

JANGANKAN BERANGKAT SIARAN, BANGKIT DARI TEMPAT TIDUR SAJA, SUKARTI TAK MAMPU. TELAPAK KAKI MEMBENGKAK. JIKA TERSENTUH SEDIKIT SAJA, RASANYA NYERI.

Mestinya Sukarti memang siaran di sebuah stasiun radio di Jakarta Timur. Namun, pagi pada pertengahan 2008 itu ia tak dapat melangkah. Suaminya bertindak cepat, mengangkat Sukarti ke sebuah klinik. Biang keladi persoalan itu adalah kadar asam urat yang membubung, yakni 6,8 mg/dl; kadar normal, 6 mg/dl. Ketika itulah ia teringat petuah kakek, obat asam urat adalah buah sirsak. Hari itu juga ia minta tolong kepada pramuwisma untuk mencari dan membuat jus sirsak.

Perempuan 55 tahun itu mengonsumsi segelas jus sirsak 2 kali sehari. Begitulah menu Sukarti 4 hari berturut-turut. Pada hari ke-5 ia mampu berjalan dan bekerja seperti sedia kala. Sayang, ia tak memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kadar asam urat. Namun, yang pasti setelah rutin menyeruput jus sirsak tanpa gula dan tanpa es itu bengkak di telapak kaki mengempis. Bersamaan dengan itu rasa nyeri juga hilang.

Multikhasiat

Sirsak sesungguhnya bukan barang baru dalam pengobatan tradisional di tanahair. Secara turun-temurun masyarakat mengonsumsi daun dan buah sirsak untuk menyehatkan tubuh. Masyarakat Aceh, misalnya, menyantap buah sirsak untuk mengatasi hepatitis. Selain itu mereka juga memanfaatkan daun sebagai obat batuk. Bagi etnis Sunda buah sirsak yang masih muda berfaedah sebagi penurun tekanan darah tinggi; daun, untuk menghilangkan mual, bisul, dan rematik.

Etnis Madura memanfaatkan buah sirsak untuk meredakan diare dan sakit perut. Adapun etnis Kutai memilih daun untuk mengobati diare. Masyarakat etnis Dayak percaya mengonsumsi buah sirsak menghilangkan mual. Secara empiris buah atau daun Annona muricata manjur mengatasi beragam penyakit. Daun berfaedah untuk mengatasi luka borok, bisul, kejang, jerawat, dan kutu rambut. Sedangkan buah graviola atau sirsak berkhasiat untuk mengobati disentri, empedu akut, dan kencing batu.

Untuk meramu daun sirsak relatif mudah. Pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Ervizal A. M Zuhud, MS, mengatakan untuk memperoleh khasiat itu kita dapat merebus daun dan membuat jus daging buah. Zuhud yang juga menjabat kepala Bagian Konservasi dan Keanekaragaman Tanaman, Fakultas Kehutanan IPB merebus 10 daun tua dalam 2 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, ia menyaring, dan hasil rebusan siap konsumsi.

Banyak herbalis yang meresepkan sirsak. Sarah Kiswanti, herbalis di Bandung, Jawa Barat, memakai daun sirsak untuk mematangkan bisul. Caranya, “Tumbuk daun lalu oleskan ke bisul. Setelah pecah, olesi bagian yang luka dengan antiseptik,” kata Sarah. Ia juga memanfaatkan daun sirsak untuk antikejang. Menurut herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, daun sirsak memang tokcer mengatasi radang seperti bisul. Selain itu, “Daun sirsak dapat menyembuhkan keputihan, meluruhkan kolesterol, dan hipertensi,” kata Lina.

Sabar

Pasien memang perlu sabar hingga menggapai kesembuhan. Harap mafhum, layaknya herbal lain efek penyembuhan baru terasa setelah rutin mengonsumsi daun sirsak selama 1 bulan. Berdasarkan pengalaman Lina, daun sirsak dapat menuntaskan penyakit yang disebabkan radang dalam waktu 3 bulan. Doker dan herbalis di Jakarta Timur, dr Willie Japaries MARS juga sepakat. Menurut Willie penggunaan terapi kanker lebih lama lagi tergantung stadium.

Willie meresepkan daun sirsak dengan beberapa herba lain. Biasanya ia menggabungkan 3—4 macam tanaman obat. Harap mafhum, “Ada 2 tipe penyakit: panas dan dingin. Tipe yang sama berlaku untuk tanaman obat. Sirsak, bersifat netral sehingga cocok mengatasi radang dan kanker yang bersifat panas serta gondok bersifat dingin,” kata Willie. Gejala penyakit tipe panas tampak dari lidah merah, selaput kuning, nadi cepat, air seni pekat, dan demam. Sebaliknya, dingin dapat kelihatan dari selaput lidah licin dan urine bening.

Tanaman obat bersifat dingin adalah sambiloto, akar alang-alang, lendir lidah buaya, dan daun lotus. Sedangkan tanaman obat bersifat panas seperti jahe, ginseng, tembolok ayam, dan sisik trenggiling bagus untuk memperkuat daya tahan tubuh. Berikut resep dan cara membuat ramuan sirsak. (Lastioro Anmi Tambunan/Peliput: Endah Kurnia, Sardi Duryatmo, dan Tri Susanti).

Resep Tokcer

1. Relaksasi dan membuat tidur

Tiga lembar daun sirsak. Cuci daun sirsak, masukkan dalam secangkir air panas lalu diamkan selama 5—10 menit. Setelah itu angkat daun. Untuk menambah citarasa, tambahkan gula dan beri perasan jeruk lemon.

2. Bisul

  • Ambil 15—30 g daun sirsak segar. Cuci bersih lalu peras sampai keluar ekstrak. Minum ekstrak daun sirsak 3 kali sehari. Ampasnya untuk mengompres bisul.
  • Bila direbus, masukkan 10 g daun sirsak kering dalam 3 gelas air. Angkat sampai menjadi 1 gelas air. Setelah itu minum 3 kali sehari.
  • Cara lain: ambil segenggam daun sirsak. Tumbuk sampai halus lalu taruh di sekeliling bisul. Biarkan sampai mengering. Ulangi sampai bisul pecah. Setelah itu oleskan antiseptik.

3. Antikejang

Rebus 7 lembar daun dalam 3 gelas air. Saring sampai menjadi 1 gelas. Tambahkan sedikit gula merah dan garam. Minum setengah gelas setiap pagi dan sore hari.

4. Pengobatan tradisional di Belize, Amerika Tengah.

  • Menurunkan panas: Rebus daun sirsak atau minum teh daun sirsak. Cara lain,taruh beberapa lembar daun sirsak dalam bak mandi.
  • Cacar: Remas daun sirsak segar, oleskan ke kulit.
  • Rematik dan eczea: Blender daun sirsak muda sampai seperti bubur. Lulurkan ke kulit. Cara itu dapat meringankan penyakit.
  • Kaki bengkak dan pembengkakan lain: kompres bagian yang bengkak dengan daun sirsak yang dijadikan seperti teh.
  • Jus buah sirsak dapat mengatasi urethritis, haematuria and liver ailments

5. Keputihan

Campur 15 lembar daun sirsak dengan 5 ruas jari kunyit yang telah dipotong-potong. Lalu masukkan dalam air sebanyak 5 gelas, tambahkan garam, madu atau gula merah. Setelah itu rebus sampai jadi 3 gelas air. Minum rebusan 3 kali sehari masing-masing segelas.

6. Darah tinggi

Rebus daun sirsak dan rambut jagung manis (muda) dan minum 2—3 kali sehari.

7. Kolesterol

Ambil 3—5 daun sirsak lalu rebus dalam 3 gelas air. Angkat dan saring daun setelah menjadi 1 gelas. Minum secara rutin setiap hari selama sebulan. Cara lain: jus 50—100 g/hari buah sirsak. ***

 

Khasiat  pohon sirsak

Daun:

  • Di Amazon, Amerika Selatan, rebusannya dipakai sebagai tonik
  • Di Kalimantan, penduduk lokal memanfaatkannya untuk mengobati demam
  • Di Guatemala sering dipakai untuk mengobati cacingan pada anak-anak
  • Di Guam dimanfaatkan untuk mengobati asma
  • Sebagian penduduk di Serawak, Malaysia, memanfaatkan untuk mengatasi hipertensi
  • Di Madagaskar dipakai untuk mengobati penyakit lever
  • Di Togo rebusan airnya dipercaya bisa mengobati penyakit malaria
  • Dipakai sebagai pestisida nabati pada pertanian organik

Bunga:

  • Di Brasil dipakai mengobati penyakit saluran pernapasan (bronchitis)
  • Kombinasi bunga dengan daun serta akar dapat menyembuhkan sakit di dada

Buah:

Rasanya manis, agak asam sehingga sering dipakai sebagai bahan jus buah

  • Baunya menjadi salah satu aroma pada industri eskrim
  • Kaya serat. Jumlahnya mencapai 3,3 g/100 g. Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13% kebutuhan serat pangan per hari
  • Dapat mengobati batu empedu, antisembelit, asam urat, dan meningkatkan selera makan
  • Di Haiti untuk mengobati demam
  • Di Peru dimanfaatkan untuk mengobati kencing manis

Biji:

  • Di Brasil dipakai dalam kosmetik sebagai astringent atau toner untuk membersihkan permukaan kulit yang kotor
  • Di Amazon dipakai untuk mengatasi masuk angin
  • Di Peru dan Indonesia dipakai untuk pestisida nabati

Kulit batang:

  • Kulit batang mengandung senyawa tanin, fitosterol, Ca-oksalat , murisine, dan alkaloid. Alkaloid itu bila disuntikkan pada katak akan menyebabkan penyakit tetanus
  • Di Haiti konsumsi rebusan kulit batang diyakini memperbaiki kerja jantung
  • Di Jamaika digunakan untuk mengobati asma dan hipertensi
  • Di Peru bersama akarnya telah dipakai untuk mengobati penyakit kencing manis

Akar:

  • Di Brasil dipakai sebagai bahan obat nyamuk
  • Di Peru dimanfaatkan sebagai obat penenang

Beberapa Fakta Penelitian Tentang Sirsak

Dari Garut Mengguncang Dunia

Lima belas tahun silam, Dr Jerry McLaughlin, dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, berkelana ke Garut, Jawa Barat. Bersama para mahasiswanya Jerry mengumpulkan daun sirsak, mengeringkan, lalu menerbangkan ke Amerika. Riset yang dilakukannya bersama Prof Soelaksono Sastrodihardjo dari ITB, Bandung, mengungkap sirsak sebagai antikanker.

Ketika itu, sepanjang 1995 – 1996, Soelaksono begitu sibuk. Entomolog dari Departemen Biologi, Institut Teknologi Bandung, itu menangani proyek Bank Dunia yang tengah meriset daun sirsak. ‘Ketika itu saya direktur di Pusat Antar Universitas Ilmu hayati. Semua bahan alami dikumpulkan atas nama ITB. Sebetulnya sirsak juga banyak di Amerika Selatan, tapi akses McLaughlin ke sana mungkin lebih sulit,’ kata Soelaksono kepada wartawanTrubus Endah Kurnia Wirawati.

Menurut Soelaksono, sebelum dikenal sebagai antikanker, tanaman sirsak – biji dan daun – dikenal di tanahair sebagai pestisida alami. ‘Bijinya bisa membunuh larva hama seperti Helicoverpa armigera,’ katanya. McLaughlin yang dikenal sebagai farmakolog menduga sifat sitotoksik sirsak pada serangga dapat dipakai untuk membunuh sel kanker. Saat meriset, McLaughlin juga dibantu mahasiswa asal Korea Selatan, Feng E Wu.

Penelusuran Trubus, riset sirsak untuk kesehatan manusia telah dilakukan 70 tahun silam. Pada 1941 – 1962, para peneliti hanya menemukan khasiat sirsak – buah, daun, kulit batang, biji, dan akar sirsak – sebagai antibakteri, anticendawan, dan antiparasit.

Pada 1976 The National Cancer Institute meneliti khasiat sirsak sebagai antitumor dan antikanker. Diduga riset lama itulah yang mendorong McLaughlin menelitinya sebagai antikanker.

Dari daun sirsak asal Garut itu lalu terungkap senyawa kelompok acetogenin yang ampuh melawan kanker. Di jurnal-jurnal yang terbit di Amerika Serikat sepanjang 1996 – 1998 McLaughlin mempublikasikan senyawa acetoginin itu terdiri dari muricatosin A, muricatosin B, annomuricin E, muricapentocin, annopentocin A, annopentocin B, dan annopentocin C. ‘Prinsip dasarnya acetoginin menghambat ATP yang dibutuhkan oleh sel kanker,’ kata Soelaksono.

Sayang, riset berharga itu tidak serta-merta membuat daun sirsak ramai dipakai sebagai antikanker. ‘Sebuah perusahaan farmasi berusaha menutupi informasi itu selama puluhan tahun. Bila terungkap, maka obat kemoterapi bakal tak laku karena kekuatan acetoginin membunuh sel kanker 10.000 kali lebih kuat ketimbang obat kemo,’ kata Dr Reza Tirtawinata, ahli buah di Bogor, yang pertama kali mengabarkan khasiat sirsak pada Trubus 2 tahun silam.

Yang istimewa acetoginin beda dengan obat kemo yang membunuh semua sel. Menurut Prof Dr H Ervizal A M Zuhud MS, ketua Kampung Konservasi Tumbuhan Obat Keluarga (Toga) Bina Sehat Lestari Gunung Leutik, Bogor, Jawa Barat, acetoginin menyerang sel kanker secara selektif. ‘Sel abnormal diserang, tapi sel normal dibiarkan,’ kata Ervizal. Dengan begitu efek samping kemo seperti kebotakan dan daya tahan tubuh yang drop dapat dihindari.

Menurut Soelaksono acetoginin mengganggu perkembangan sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP yang dibutuhkan sel kanker. Caranya, acetoginin masuk dan menempel pada dinding sel, lalu masuk ke dalam sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. ‘Sel kanker butuh banyak energi untuk berkembang sehingga akan mati bila ATP sebagai sumber energi dihambat,’ kata Soelaksono. Sel sehat tak diserang karena tidak butuh banyak energi.

Paten

Kini acetoginin asal sirsak itu disebut-sebut mampu mengatasi 12 sel kanker. ‘Di Amerika sampel dari Indonesia diujicobakan pada sel kanker paru, payudara, kolon, dan beragam sel kanker lainnya,’ tutur Soelaksono. Sayang, hanya McLaughlin yang memperoleh paten dari penelitian itu. Soelaksono sebagai peneliti tak memperolehnya. Namun, nama Soelaksono dan ITB bertebaran di jurnal-jurnal yang meriset senyawa sirsak.

Acetoginin pada sirsak itu juga ditemukan pada srikaya Annona squamosa dan mulwo Annona reticulata. ‘Bahkan, peneliti di Amerika Selatan mengatakan khasiat paw paw alias mulwo terhadap kanker lebih bagus daripada sirsak, tapi sebetulnya sama saja,’ kata Soelaksono.

Belakangan riset sirsak itu diikuti dengan ramainya riset keluarga Annonaceae yang lain. Pada awal 2000 Dr Hamidah MKes, pengajar di Universitas Airlangga, Surabaya, mempublikasikan acetoginin pada sirsak itu juga ditemukan pada srikaya Annona squamosa dan mulwo Annona reticulata. Penelitian Hamidah membuktikan, secara genetik kandungan senyawa kimia keduanya sama persis sehingga bermanfaat sama. ‘Bahkan, peneliti di Amerika Selatan mengatakan khasiat paw paw alias mulwo terhadap kanker lebih bagus daripada sirsak, tapi sebetulnya sama saja,’ kata Soelaksono. Dari Garut, daun sirsak mengguncang dunia. (Destika Cahyana/Peliput: Endah Kurnia Wirawati dan Lastioro Anmi Tambunan)

  1. Daun sirsak, dari Garut, Jawa Barat, diambil dan diteliti di Amerika Serikat untuk diuji pada sel kanker
  2. Acetoginin masuk dalam sel dan merusak ATP yang menjadi sumber energi sel kanker di dinding mitokondria
  3. Meski hanya McLaughlin yang memperoleh paten sirsak, nama Soelaksono Sastrodihardjo dan ITB bertebaran di jurnal-jurnal internasional
  4. Prof Soelaksono Sastrodihardjo, teliti sirsak pada 1995 – 1996 dengan biaya dari Bank Dunia

sumber:Majalah Trubus Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: